Pengadilian
Khusus Untuk Kejahatan Berat Memutuskan Mantan Milisi Tidak Bersalah
Untuk Kedua Kalinya
Pada
23 maret 2004 pengadilan khusus untuk kejahatan berat untuk kedua
kalinya membebaskan terdakwa tidak bersalah dari semua tuntutan.Carlos
Ena adalah mantan anggota milisi sakunar di Oecussi yang tidak terbukti
bersalah dalam pembunuhan Ernesto Lafu dan Vicente Quelo dan tindakan
tidak berkemanusiaan lainnya.
Kedua
kejahatan tersebut termasuk dalam kejahatan melawan kemanusiaan.
Dalam kasus yang sama , umbertus ena adik dari carlos ena terbukti
bersalah dalam kejahatan yang sama dengan hukuman 11 tahun penjara
dikurangi dengan masa tahanan sementara yang sudah dijalani 1 tahun
9 bulan .
Hakim
panel yang terdiri dari Sylver Ntukamazina (Ketua), Siegfried Blunk,
Maria Natersia Gusmao Pereira. Setelah memeriksa bukti-bukti dan
fakta-fakta serta pernyataan dari saksi-saksi hakim panel memutuskan
tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan Carlos Ena bersalah.
Panel hakim akan memberikan putusan tertulis dalam beberapa hari
berikut.
Pengacara
Carlos Ena yang diwakili Allan Gutman berargumentasi yang kuat bahwa
mungkin terdakwa tidak ada di tempat kejadian perkara pada waktu
kejahatan terjadi.
Ada
saksi dari pengacara yang dalam pernyataannya mengatakan bahwa saksi
yang bersalah karena terdakwa tidak ada di TKP pada saat kejadian.
Saksi yang sama mengatakan bahwa saksi sendiri terlibat dalam kejahatan.
Dalam sidang untuk kasus ini, pengacara bilang bahwa jaksa belum
melakukan investigasi terhadap saksi yang terlibat dalam kejahatan
tersebut.
JSMP
kwatir bahwa Carlos Ena ditahan kira-kira 16 bulan percobaan tahanan
ketika dia sebelum mendapatkan putusan terhadapnya tidak bersalah.
Sebuah putusan dari pengadilan tinggi pada September 2003 memutuskan
bahwa dia bebas bersyarat. Mulai mei 2002 sampai dengan sebelum
putusan, bagaimanapun, dia sudah ditahan. JSMP Percaya bahwa dibebaskannya
Carlos Ena merupakan sebuah hasil peninjauan terhadap serious crimes
Unit (SCU) dalam permohonan tahanan. Jaksa tidak setuju dengan pembela
dalam permohonan untuk pembebasan bersyarat Carlos Ena. Alasannya
karena resiko melarikan diri. JSMP berpendapat pembebasan bersyarat
lebih cocok khususnya kalau terdakwa bisa tinggal dengan keluarga
di Dili selama sidang belum diselesaikan, daripada tinggal di Oecussi.
Ada
kekwatiran yang lain mengenai proses pemeriksaan SCU dalam kasus
tersebut. Seperti contoh, beberapa saksi dalam pernyataannya yang
diberikan dua versi yang berbeda dengan apa yang terjadi. Untuk
investigasi berikutnya mengapa dua jenis pernyataan mungkin Carlos
Ena dibebaskan dalam pernyataannya yang diberikan dua versi yang
berbeda dengan apa yang terjadi. Untuk investigasi berikutnya mengapa
dua jenis pernyataan mungkin Carlos Ena dibebaskan lebih cepat dan
dia tidak perlu ditahan, juga autopsy dam bukti laporan medik hanya
disampaikan setelah sidang mulai. Keterlambatan bukti yang krusial
membawa pertanyaan proses investigasi SCU dalam kasus ini.
-end-
|