HOME
ABOUT JSMP
NEWS
STAFF
CONTACT
SEARCH

 


 
Resources:

 


Last modified: 26 March, 2004

 

 

 

 

Pengadilian Khusus Untuk Kejahatan Berat Memutuskan Mantan Milisi Tidak Bersalah Untuk Kedua Kalinya

Pada 23 maret 2004 pengadilan khusus untuk kejahatan berat untuk kedua kalinya membebaskan terdakwa tidak bersalah dari semua tuntutan.Carlos Ena adalah mantan anggota milisi sakunar di Oecussi yang tidak terbukti bersalah dalam pembunuhan Ernesto Lafu dan Vicente Quelo dan tindakan tidak berkemanusiaan lainnya.

Kedua kejahatan tersebut termasuk dalam kejahatan melawan kemanusiaan. Dalam kasus yang sama , umbertus ena adik dari carlos ena terbukti bersalah dalam kejahatan yang sama dengan hukuman 11 tahun penjara dikurangi dengan masa tahanan sementara yang sudah dijalani 1 tahun 9 bulan .

Hakim panel yang terdiri dari Sylver Ntukamazina (Ketua), Siegfried Blunk, Maria Natersia Gusmao Pereira. Setelah memeriksa bukti-bukti dan fakta-fakta serta pernyataan dari saksi-saksi hakim panel memutuskan tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan Carlos Ena bersalah. Panel hakim akan memberikan putusan tertulis dalam beberapa hari berikut.

Pengacara Carlos Ena yang diwakili Allan Gutman berargumentasi yang kuat bahwa mungkin terdakwa tidak ada di tempat kejadian perkara pada waktu kejahatan terjadi.

Ada saksi dari pengacara yang dalam pernyataannya mengatakan bahwa saksi yang bersalah karena terdakwa tidak ada di TKP pada saat kejadian. Saksi yang sama mengatakan bahwa saksi sendiri terlibat dalam kejahatan. Dalam sidang untuk kasus ini, pengacara bilang bahwa jaksa belum melakukan investigasi terhadap saksi yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

JSMP kwatir bahwa Carlos Ena ditahan kira-kira 16 bulan percobaan tahanan ketika dia sebelum mendapatkan putusan terhadapnya tidak bersalah. Sebuah putusan dari pengadilan tinggi pada September 2003 memutuskan bahwa dia bebas bersyarat. Mulai mei 2002 sampai dengan sebelum putusan, bagaimanapun, dia sudah ditahan. JSMP Percaya bahwa dibebaskannya Carlos Ena merupakan sebuah hasil peninjauan terhadap serious crimes Unit (SCU) dalam permohonan tahanan. Jaksa tidak setuju dengan pembela dalam permohonan untuk pembebasan bersyarat Carlos Ena. Alasannya karena resiko melarikan diri. JSMP berpendapat pembebasan bersyarat lebih cocok khususnya kalau terdakwa bisa tinggal dengan keluarga di Dili selama sidang belum diselesaikan, daripada tinggal di Oecussi.

Ada kekwatiran yang lain mengenai proses pemeriksaan SCU dalam kasus tersebut. Seperti contoh, beberapa saksi dalam pernyataannya yang diberikan dua versi yang berbeda dengan apa yang terjadi. Untuk investigasi berikutnya mengapa dua jenis pernyataan mungkin Carlos Ena dibebaskan dalam pernyataannya yang diberikan dua versi yang berbeda dengan apa yang terjadi. Untuk investigasi berikutnya mengapa dua jenis pernyataan mungkin Carlos Ena dibebaskan lebih cepat dan dia tidak perlu ditahan, juga autopsy dam bukti laporan medik hanya disampaikan setelah sidang mulai. Keterlambatan bukti yang krusial membawa pertanyaan proses investigasi SCU dalam kasus ini.

-end-

 

 

Copy Right: JSMP-DIli, Nov 2003