|

BAGIAN
KEJAHATAN BERAT: PENYULUHAN INFORMASI
23 September
2003
PRAJURIT
TNI ORANG TIMOR LESTE DIDAKWA ATAS PENYIKSAAN
DAN PENGHILANGAN DI KABUPATEN LIQUICA PADA BULAN APRIL 1999
Wakil Jaksa
Penuntut Umum Sementara untuk Kejahatan Berat telah mengajukan
sebuah surat dakwaan tunggal ke Panel Khusus untuk Kejahatan Berat di
Pengadilan Distrik Dili di Timor Leste pada tanggal 23 September 2003.
Surat dakwaan tersebut menuntut Rusdin Maubere dengan Kejahatan terhadap
Kemanusiaan atas penyiksaan dan penghilangan secara paksa seorang pendukung
kemerdekaan di Kabupaten Liquica pada tanggal 26 April 1999.
Dalam surat
dakwaan tersebut Rusdin Maubere digambarkan sebagai seorang
Prajurit Satu di Komando Distrik Militer Liquica (Kodim). Surat dakwaan
tersebut menuduh bahwa kelompok milisi Besi Merah Putih (BMP) di kabupaten
Liquica berada dibawah pimpinan dan pengendalian pemerintahan sipil dan
militer TNI di kabuptaen Liquica.
Surat dakwaan
tersebut secara khusus menuntut Maubere dengan penyiksaan dan
penghilangan secara paksa terhadap Andre de Oliviera di desa Dato di
kabupaten Liquica. Dituduh bahwa Oliviera telah melarikan diri ke hutan
untuk bersembunyi setelah serangan terhadap gereja Liquica pada tanggal
6
April 1999 dan kembali ke desa Dato pada tanggal 26 April 1999. Malam
itu
diduga bahwa Oliviera ditangkap oleh para prajurit TNI termasuk Maubere
dan
para anggota milisi BMP. Dituduh bahwa Oliviera dibawa ke sebuah pos
milisi yang dekat dimana dia dipukul sampai tidak sadar oleh para prajurit
TNI dan milisi BMP atas perintah Maubere dan seorang Sersan TNI.
Pada malam
hari tanggal 26 April 1999, surat dakwaan selanjutnya menuduh
bahwa mayatnya Oliviera dikubur dekat pos milisi BMP Aipelu oleh Maubere
dan sekelompok prajurit TNI dan anggota milisi BMP. Sersan TNI yang
terlibat dalam penangkapan Oliviera dituduh telah mengancam akan membunuh
para anggota milisi di pos BMP jika mereka mengutarakan bahwa telah
terkubur sesosok mayat dekat pos milisi. Para anggota milisi BMP kemudian
menemukan mayat seseorang yang diperkirakan adalah Oliviera di sebuah
kuburan yang baru digali. Oliviera tidak pernah dilihat sejak dia
ditangkap di desa Dato dan mayatnya tidak ditemukan di tempat kuburannya.
Maubere
ditangkap pada bulan Maret 2003 setelah dia masuk ke dalam Timor
Leste dari Timor Barat dan masih ditahan di Timor Leste. Di harapkan bahwa
Maubere akan disidangkan di Panel Khusus untuk Kejahatan Berat dalam
bulan-bulan mendatang.
Sampai saat
ini, 35 terdakwa telah divonis bersalah oleh para Hakim di
Panel Khusus untuk Kejahatan Berat atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan
atau
kejahatan berat yang dilakukan pada tahun 1999 sejak sidang dimulai pada
bulan Januari 2001 di Timor Leste.
HOME
| ABOUT | NEWS |
TRIALS | RESOURCES
| CONTACT
|