Kerja
Pengadilan Dihalangi dengan Ketiadaan Akses Pada Dana
Siaran Pers: 7 Mei 2004
Pengadilan Distrik Dili dan Baucau telah tak berfungsi dengan
sempurna jika Hari Kamis, 29 April 2004, karena mereka tidak mempunyai
akses terhadap dana untuk membayar tagihan telepon mereka atau membeli
bahan bakar solar untuk kendaraan pengadilan. Akibatnya maka pengadilan-pengadilan
tidak mampu untuk mengantarkan dokumen-dokumen pengadilan, menelepon
para pihak mengenai rencana-rencana pengadilan dan lebih penting
lagi para hakim dari Baucau tidak dapat kembali ke Baucau dengan
kendaraan pengadilan. Kasus-kasus telah ditunda tanpa bisa dicegah
dan ditunda karena kegagalan untuk menyediakan dana bagi kebutuhan
pokok sehari-hari para Pengadilan Distrik.
Sebelumnya JSMP mencatat bahwa seringkali ada kesulitan-kesulitan
bagi para pengadilan untuk mengakses dana-dana yang diperlukan.
Persoalan-persoalan sekarang ini muncul karena adanya sebuah perubahan
dalam administrasi dana bagi Pengadilan. JSMP memahami bahwa bulan
lalu Dewan Menteri membuat keputusan bahwa administrasi dana-dana
bagi Pengadilan sebaiknya dilakukan oleh Pengadilan Banding dan
bukan oleh Kementerian Kehakiman, seperti yang dilaksanakan sebelumnya.
JSMP mengomentari keputusan Dewan Menteri ini karena ini membantu
untuk membangun dan melindungi kemandirian lembaga kehakiman.
Akan tetapi Pengadilan Banding tidak mampu untuk mengatur dana
dan ini telah mengakibatkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk
diterima bahwa pengadilan tidak dapat memenuhi pelayanan-pelayanan
pokok, seperti telepon dan transportasi yang merupakan hal yang
penting bagi berjalannya pengadilan-pengadilan. Menteri Keuangan
telah menyarankan bahwa Kementerian Kehakiman telah gagal/diminta
untuk meneruskan rekening-rekening sebelumnya yang dikelola oleh
mereka dan ini belum terjadi.
JSMP menyatakan bahwa ‘’jika persoalan ini tidak diperbaiki
secepatnya, penundaan kasus-kasus akan berlanjut untuk ditunda dan
kerja-kerja yang tak terselesaikan atas kasus-kasus akan berlanjut.
Kesulitan-kesulitan praktis semacam ini bagi staf pengadilan juga
berakibat pada penurunan moral dan sebuah perasaan bahwa mereka
tidak mendapatkan dukungan yang akan menyebabkan persoalan-persoalan
dalam jangka panjang.’’
“ Penting bahwa Menteri Kehakiman, Ketua Pengadilan Tinggi
dan Menteri Keuangan mengembangkan sebuah penyelesaian sementara
dan sebuah kemampuan bagi para pengadilan untuk mengakses dana-dana
sebagai sebuah persoalan yang mendesak. Sebagai tambahan, dokumen-dokumen
yang dipersyaratkan seharusnya diteruskan kepada Pengadilan Banding
sesuai dengan rencana baru dan staf-staf seharusnya direkrut dan
atau dilatih untuk mengatur dana-dana bagi pengadilan,’’
berkata JSMP.