Vonis Bersalah Terhadap Salah Satu Komandan
Milisi Sakunar Oecussi Dihukum Dengan 12 Tahun Penjara
Pada tanggal 26 Juli 2004, sebuah Panel Khusus untuk Kejahatan
Berat di Pengadilan Distrik Dili mengeluarkan keputusan terakhir
dalam perkara Wakil Jaksa Penuntut Umum melawan Florencio Tacaqui.
Panel tersebut memvonis bersalah Tacaqui atas lima tuntutan, membebaskannya
dari tiga tuntutan lain dan menghukumnya dengan 12 tahun penjara.
Surat dakwaan menuduh bahwa Florencio Tacaqui adalah mantan anggota
milisi Sakunar di Passabe, Kabupaten Oecussi, dan tuduhan melawannya
termasuk keikutsertaannya dalam pembunuhan terhadap 47 orang laki-laki
pada tanggal 10 September 1999 di Kabupaten Oecussi, dalam sebuah
peristiwa yang secara umum disebut Pembantaian di Passabe. Panel
para Hakim, yang diketuai oleh Hakim Francesco FLORIT, membebaskan
Tacaqui dari keikutsertaan dalam pembantaian di Passabe tetapi memvonisnya
bersalah atas keikutsertaannya secara pidana dalam pembunuhan terhadap
delapan orang dari desa Kiobiselo, di Oecussi pada tanggal 8 September
1999. Sebagai tambahan, panel memvonis bersalah Tacaqui atas persekusi
terhadap para anggota CNRT di Oecussi, pencabutan tegas kebebasan
43 orang anggota CNRT di kantor polisi di Passabe pada bulan April
1999 dan melakukan tindakan-tindakan tidak manusiawi yang lain.
Tacaqui telah ditahan sejak penangkapannya pada tanggal 26 Januari
2001. Para Hakim memberikan indikasi bahwa waktu yang telah dia
habiskan dalam tahanan akan dikurangi dari hukumannya 12 tahun dan
dia dibawa ke penjara. Keputusan tertulis Panel dengan pembahasan
lengkap keputusan Panel akan dikeluarkan pada tanggal 17 Agustus
2004.
Sidang Mengenai Penyerangan Terhadap Rumah Manuel Carrascalao Masih
Berlanjut
Panel Khusus yang sama juga minggu ini masih melanjutkan mendengar
para saksi dalam sidang Marculino Soares. Soares dituduh pernah
menjadi komandan milisi Besi Merah Putih. Soares dituntut dengan
pembunuhan dan tindakan yang tidak manusiawi, berhubungan dengan
sebuah serangan oleh para anggota TNI dan milisi Besi Merah Putih
terhadap rumahnya Manuel Carrascalao mengikutis sebuah apel pro-otonomi
di Dili pada tanggal 17 April 1999.
-end-